Judul: Fresh Graduate

Penulis: Erwina

Penerbit: Cabaca.id

Jumlah bab: 35




Blurb:

Ada lowongan pekerjaan, dibuka untuk fresh graduate minimal pengalaman 3 tahun di bidangnya. Lulusan sarjana universitas ternama saja masih susah dapet kerja, lha ini kok bisa-bisanya ada syarat pengalaman! Begitu melamar dengan kualifikasi di bawah sarjana, ditolak. Alasannya sayang ilmu lah, perusahaan takut tidak bisa membayar lah, duh pusing. Pengen nikah aja, tapi kok ya jomlo.

Vega pernah mengalami semua itu. Vega baru mendapat pekerjaan setelah lima bulan menganggur. Hari pertama bekerja, Vega sudah dikejutkan dengan atasannya yang ternyata teman semasa SMA, Geral. Berbagai masalah mulai timbul, membuat Vega merasa lelah dan apa pun yang dia kerjakan selalu salah. Kedekatannya dengan Geral juga membuatnya patah hati. Ketika cowok itu justru pergi melanjutkan S2 alih-alih menyatakan cinta padanya.

Vega merasa banyak yang terjadi setelah tali toganya berpindah. Kehidupannya tidak lagi setenang saat menganggur dan menghabiskan waktu hanya untuk nonton drama Korea.

_______________


Pas baca judul dan blurb novel ini, aku langsung penasaran pengin baca isinya. Soalnya menurutku novel ini kelihatan menarik perhatian. Terbukti, tiga bab pertamanya langsung bikin aku suka dan pengin baca sampai selesai. Cara penyampaian penulisnya juga bagus dan mengalir.

Sebenarnya ide novel ini tuh sederhana, tentang seorang perempuan yang baru bekerja dan berhadapan dengan lingkungan baru. Bisa ditebak kan ceritanya bakal kayak gimana? Pasti nggak jauh-jauh dari lingkungan kerja, relasi baru, atasan baru, sampai masalah pekerjaan lainnya. Tapi, aku merasa novel ini punya vibes yang beda gitu. Mungkin karena idenya juga kali ya, soalnya kalau baca novel-novel chicklit atau MetroPop tuh biasanya tokoh protagonisnya udah lama kerja di perusahaan, sedangkan di novel ini tokoh protagonis ya baru kerja. Bahkan ada proses panggilan dari HRD dan wawancara.

Dan ya, novel ini bisa dibilang related sama keadaan zaman sekarang. Soalnya cari kerjaan tuh susah banget, kan? Jadi gimana nih caranya para tokoh di sini tetap survive sama kerjaan baru mereka, meski kondisi lingkungan kerjanya kurang baik dan kurang menyenangkan. Soalnya kalau harus resign dan cari kerjaan baru, prosesnya bakal lama lagi, kan? Karena belum tentu bakal langsung keterima.

Aku agak kepanjangan bahas ide wkwk. Aku pengin bahas dari tokoh protagonis ya dulu, yakni Vega. Kalau ngomongin soal karakter Vega, aku suka sama dia. Di bagian-bagian awal aku emang masih meraba-raba Vega punya karakter yang gimana. Soalnya masih susah nyerna karakter dia, sebab ada momen-momen tertentu yang menurutku kurang sesuai sama plot dan cuma nambah-nambahin penjelasan yang kurang punya andil gitu. Tapi lambat laun aku paham dia kayak gimana, dan makin ke belakang aku jadi ngerti sama karakternya.

Bisa dibilang, karakter Vega ini juga pernah kutemui dari temanku bahkan diriku sendiri, meski nggak 100% sama. Makanya pas tahu apa saja yang dia lakukan dulu, aku jadi cukup bersimpati sama dia. Kalau aku ada di posisi Vega, tentu aku bakal ngelakuin hal itu. Alasannya nggak bisa kukasih tahu karena bakal spoiler wkwk. Yang jelas, aku merasa related sama Vega.

Untuk tokoh lain, aku suka sama Duo Madi dan Je. Interaksi mereka asyik diikutin, suka berantem juga haha. Cuma, karakter mereka ini terbilang mirip, jadi kalau pas mereka berinteraksi sama orang lain, terutama sama Vega, aku cuma tahu dari perbedaan mereka manggil Vega. Kalau Masih manggil Vega pakai "Mbak", sedangkan Je nggak pakai alias langsung nama aja.

Untuk plot dan konflik di novel ini, menurutku sama kayak di novel-novel chicklit pada umumnya. Tapi ada satu konflik yang menurutku penting banget kita pelajari dari novel ini. Tentang pencarian jati diri, terutama dalam segi pekerjaan. Ini yang sempat kusinggung juga tadi. Aku suka konflik ini karena bikin amanatnya jadi lebih jelas, selain itu jadi makin nyambung juga sama judulnya. Andai nggak ada konflik soal ini, mungkin aku bakal jadi bertanya-tanya alasan penulis bikin judul Fresh Graduate.

Adegan atau momen yang paling kusuka dari novel ini tuh pas Vega, Madi, dan Je harus bekerja pas atasan mereka sakit atau berhalangan hadir. Ini sebenarnya bukan adegan atau momen yang gimana-gimana, tapi aku bisa ngerasain betapa riweuh dan resahnya mereka sebagai anak baru di perusahaan itu wkwk. Kebayang kan kalau baru pertama kali kerja di suatu tempat, terus belum andal banget dan nggak ada yang dampingin, rasanya kayak ada sesuatu yang terus muter-muter di kepala. Akhirnya jadi gelisah sendiri. Nah, itu yang kubayangin di adegan tadi wkwk. Soalnya juga, aku pernah ngalamin hal ini wkwkwk.

Cuma, aku merasa ada beberapa hal yang perlu diperjelas lagi dari novel ini. Contohnya seperti latar belakang Vega yang perlu diperdalam agar pembaca bisa memahami tujuannya. Selain itu, ada momen-momen penting yang dibuat instan. Padahal, baiknya momen ini dibuat berproses gitu agar pembaca bisa lebih tahu bagaimana karakter para tokohnya. Soalnya ini berpengaruh juga ke bagian penyelesaian cerita.

Namun, secara keseluruhan, aku suka sama novel ini. Aku menikmatinya dengan baik dan aku merekomendasikan kalian untuk baca novel ini, terutama buat kalian para fresh graduate. Novel ini cocok dibaca pas lagi nyantai. Selamat membaca~