Judul: The Start of Us
Penulis: Lilyfleurie
Penerbit: Cabaca.id
Jumlah bab: 33
Blurb:
Bagi Arsa Vidya Wigani, menjalin hubungan dengan komitmen dan tujuan yang jelas tidak semudah jatuh cinta. Makanya, meski gampang tertarik pada seseorang, Arsa tak pernah lagi memulai hubungan yang serius. Lagi pula, ia sudah pernah dua kali diselingkuhi. Ia malas mengulang rasa sakit hati itu dan lebih memilih hubungan yang singkat untuk bersenang-senang. Padahal, sebagai marketing manager di sebuah perusahaan start up di Jakarta, ia cukup terkenal cantik dan pintar di kantor. Sampai-sampai, Rama tertarik padanya.
Prana Ramaniya bukan seorang bos dengan titel mentereng. Jabatannya sebagai app developer di HIS Digital malah kerap membuatnya kerja lembur. Rama bekerja di gedung yang sama dengan kantor Arsa. Setelah sempat tak sengaja menumpahkan minuman ke baju Arsa, naik lift bersama, dan makan ramai-ramai bareng rombongan rekan kerja di warteg sebelah gedung kantor, Rama tidak ragu untuk mengakui bahwa ia menyukai Arsa. Mulai saat itu, ia berusaha mendekati Arsa, menawarkan pertemanan yang tulus dan penuh penerimaan begitu tahu Arsa tidak tertarik berpacaran, dan bahkan menghabiskan malam-malam bersama. Diam-diam, Rama berencana untuk meyakinkan Arsa, bahwa hubungan yang serius tidaklah seburuk yang Arsa pikirkan.
Namun, bagaimana kalau sebenarnya Arsa takut? Bagaimana kalau sebenarnya Arsa menolak berpacaran dengan Rama … demi kebaikan mereka berdua?
_______________
Pas baca blurb novel ini, aku langsung penasaran sama ceritanya. Akhirnya kubaca dan aku langsung disuguhi sama adegan Rama yang numpahin kopi ke baju Arsa. Numpahinnya nggak sengaja ya, tapi dari situ Arsa jadi ketemu terus sama Rama. Pertemuan mereka berikutnya pun ada di lift, terus berlanjut ke tempat makan siang. Pas baca sampe bagian ini, aku ngerasa enjoy. Soalnya gaya penyampaiannya asyik dan ala-ala novel chicklit lainnya. Jadi aku nggak merasa kesulitan buat memahami ceritanya.
Di bagian awal, pembaca juga udah disuguhi sama adegan seseanu hehe. Tahu kan ya adegan apa? Tapi, adegan ini tuh buat ningkatin taruhan ceritanya, jadi aku nggak merasa terganggu atau gimana. Soalnya emang penting. Apalagi nanti di beberapa bab sampai akhir ada adegan-adegan begini juga yang cukup meningkatkan taruhannya.
Untuk karakter, aku suka sama karakter Arsa dan Rama. Bisa dibilang, mereka punya "tujuan" yang berbeda karena suatu hal. Rama yang pengin menjalin hubungan dengan Arsa, sedangkan Arsa yang nggak mau terikat dengan siapa pun meski itu Rama. Hal begini bikin aku penasaran sama alasan Arsa dan kelanjutan hubungan mereka. Soalnya aku berpikir, kalau nggak ada alasan apa pun, nggak mungkin kan Rama bakal terus-terusan sama Arsa yang nggak mau menjalin ikatan dengannya? Kalau Rama tetep mau, berarti dia sabar banget. Karena itu, aku betah ngikutin kisah mereka. Proses jatuh cinta mereka sebenarnya tergolong cepat, tapi aku bisa memahaminya, karena esensi dalam novel ini ada pada proses ikatan mereka.
Untuk plot, mungkin ada pembaca yang merasa ceritanya bergerak lamban. Tapi bagiku nggak masalah, karena novel romance yang slow burn tuh bukan sesuatu yang bisa dipermasalahkan gitu. Alias sah-sah aja. Apalagi novel ini juga masih bisa dinikmati dengan baik. Plotnya juga dikemas dengan rapi. Begitu juga dengan konfliknya. Jadi ini tergantung selera aja sih.
Omong-omong soal konflik, pas baca tuh aku berharap ada konflik besar yang mengganggu hubungan mereka. Maksudnya sebelum bagian klimaks yang pas Arsa akhirnya mengakui alasan dia nggak terima Rama atau laki-laki mana pun. Tapi, balik lagi, ini soal selera dan harapanku aja, jadi aku nggak masalah. Dan ngomong-ngomong soal alasan Arsa, aku nggak nyangka kalau alasannya begitu. Sama sekali nggak kepikiran buatku. Dan aku memahami alasan Arsa bertindak demikian. Untungnya Rama juga ngeluarin effort dia untuk terus sama Arsa, dan ini bikin aku makin suka sama karakter Rama
Hal yang paling kusuka dari novel ini tuh saat pergolakan batin Arsa dan Rama muncul. Aku ngerasa pergolakan batin mereka jadi bagian paling menarik dari cerita ini, karena di situlah aku bisa lebih merasakan karakter mereka. Kenapa mereka bertindak A, bertindak B, atau semacamnya. Dari situ juga, aku bisa memahami tindakan mereka bahkan saat membaca bagian penyelesaian. Meski di bagian penyelesaian ini aku merasa perlu petunjuk lebih soal alasan Arsa.
Kalau adegan yang kusuka, aku suka pas Arsa ngancem Ale kalau terjadi sesuatu sama rekannya. Meski interaksi Arsa sama rekannya ini nggak dominan, tapi aku tetep paham gimana Arsa anggep rekannya ini lebih dari sekadar rekan. Apalagi rekannya ini udah banyak bantu dia. Selain itu, aku suka pas momen tahun baru. Cuma aku nggak bisa kasih tahu lebih lanjut karena takut spoiler wkwk.
Mengenai amanat, aku suka amanatnya. Ada hal yang bisa kita petik dari novel ini. Tapi untuk tindakan tertentu dari Arsa dan Rama ini ada yang nggak kubenarkan. Bagian mana? Kalian bisa baca sendiri karena pasti nanti bakal paham. Jadi, aku harap teman-teman yang baca cerita ini pun bisa lebih bijak lagi menyikapinya.
Secara keseluruhan, aku suka sama novel ini. Aku merekomendasikan kalian untuk baca The Start of Us. Cocok dibaca pas malmingan. Atau kalau doi kalian juga suka baca buku, bisa banget nih jadi teman baca bareng hehe.

0 Comments