Judul: Revive
Penulis: Piko
Penerbit: Cabaca.id
Jumlah bab: 20
Blurb:
Kata orang takdir manusia hanya sekadar lahir, hidup, kemudian mati. Namun semesta ini penuh misteri, ada beberapa manusia yang berproses lebih rumit. Lahir, hidup, mati, lalu hidup sekali lagi.
Nasib Luna sungguh tidak mujur, saat meninggal arwahnya sama sekali tidak bisa masuk ke dalam pintu akhirat. Kata Asaka—spirit guide yang mendampinginya, sebuah kesalahan besar yang dilakukannya sebelum mati membuat arwahnya terlunta-lunta di alam roh. Namun berkat permohonan seseorang yang tulus, dia diberi satu kesempatan lagi untuk hidup dan memperbaiki kesalahannya supaya diampuni.
Luna diberi batas waktu selama 17 hari untuk menyelesaikan misinya di dunia. Namun kehidupan keduanya pun tidak semudah membalik telapak tangan. Semua ingatan dan kenangannya sewaktu hidup telah dihapus, bahkan semua orang terdekatnya bungkam atas penyebab kematiannya. Hanya Rose, manusia aneh bin ajaib, yang selalu setia mendampinginya dalam keadaan apa pun.
Bantuan dari beberapa makhluk pun mengalir satu per satu, tetapi apakah itu bisa membuat Luna bisa menyelesaikan misinya di dunia, dan bertemu orang misterius yang memohon supaya dia bisa hidup sekali lagi?
_______________
Pas lagi bingung mau baca buku Cabaca yang mana, akhirnya aku nemu buku ini secara nggak sengaja. Yap, aku tertarik mau baca karena kovernya, seorang ibu dan anak, langsung bikin aku mikir ceritanya bakal berhubungan sama rumah tangga atau keluarga. Dan pas baca blurb-nya, aku jadi makin tertarik buat baca.
Saat baca bab pertamanya, aku langsung ngerasa suka sama cerita ini dan mau gaspol baca sampe tamat. Soalnya emang beneran menarik. Apa ya? Bisa dibilang ada sedikit unsur horor, tapi cenderung slice of life atau rumtang. Tapi, perpaduannya tuh asyik. Terbukti, aku enjoy ngikutin cerita ini. Gaya bahasanya juga mengalir.
Tokoh protagonis novel ini, Luna, bikin aku cukup bersimpati. Gimana perasaan Luna pas harus mencari tahu misteri kematiannya dalam 17 hari, gimana perasaan Luna ngerasa dikhianati, dan sebagainya. Aku mengerti keadaan Luna dan orang-orang terdekatnya. Tapi, aku lebih suka hubungan Luna sama Rose. Meski di sini Luna jadi kelihatan canggung sama Rose, aku jadi bisa bayangin seasyik apa percakapan mereka kalau Luna belum "mati" dan ingatannya nggak dihapus.
Selain itu, ternyata tokoh-tokoh di novel ini pun punya latar belakang yang cukup digambarkan dengan jelas. Contohnya Rose, yang awalnya kukira nggak begitu dijelasin latar belakangnya, tapi ternyata ada. Tokoh-tokoh yang lain juga begitu, tapi aku nggak bisa kasih tahu karena takut spoiler.
Untuk plot, aku cukup suka sama rangkaiannya. Tapi ada beberapa hal yang menurutku bisa lebih dimatangkan lagi biar ceritanya lebih gereget. Cuma, segini pun udah pas dan asyik kok. Malah novel ini tuh page turner, tiap bab ada aja yang dibikin geregetan. Aku juga sempet "salah paham" sama salah satu tokoh di novel ini wkwk. Jadi, meski novel ini bukan termasuk cerita misteri, tetep ada kepingan-kepingan "misteri" Luna yang bisa disatukan oleh pembaca. Dan itulah yang kulakukan. Tebakanku akhirnya emang benar, tapi pas "hal" itu diungkap, aku tetep merasa bersimpati sama kondisi Luna dan tokoh-tokoh lainnya.
Untuk konfliknya aku suka juga. Tapi aku nggak nyangka kalau salah satu konflik sekundernya dibawa ke "situ". Kupikir nggak sampe situ, tapi ternyata aku salah. Dan emang sih ya, masalah semacam itu tuh udah bukan hal asing lagi. Apalagi sekarang udah zamannya serbacanggih, orang-orang udah banyak yang fokus ke media sosial.
Sayangnya, ada beberapa hal juga yang menurutku bisa lebih digali dari si konflik ini. Contohnya jangka 17 hari yang udah disinggung di awal cerita, hantu-hantu yang muncul pas Luna sudah sadar, dan hubungan twist ending-nya. Tapi, mungkin penulis punya pertimbangkan lagi kenapa bagian-bagian itu hanya dibuat seperti ini. Cuma aku pribadi agak sedikit menyayangkan aja karena cerita ini amat punya potensi yang lebih baik lagi.
Meski begitu, aku tetep menikmati ceritanya. Makanya ada adegan yang kusuka, yakni di bab pertama. Aku suka bab pertamanya karena vibes-nya ala-ala fantasi, tapi dibilang fantasi pun kayaknya bukan. Apa ya? Aku ngerasa bisa ngegambarin adegan di bab pertama ini di kepalaku. Apalagi di bab pertama ini juga ada sedikit unsur humornya.
Terus untuk amanat, menurutku amanat terpenting dalam cerita ini baru bisa kita dapatkan setelah selesai membacanya. Apa? Aku nggak bisa jabarin lebih banyak kiriman karena takut spoiler, tapi yang jelas tentang kesiapan berumah tangga, hubungan dengan keluarga, dan hubungan dengan orang-orang di sekeliling kita.
Secara keseluruhan, aku suka sama novel ini, dan aku merekomendasikan kalian untuk baca novel ini. Dijamin asyik~

0 Comments