(REVIEW BUKU)
Judul: Anything Else
Penulis: Hanabi
Jumlah bab: 20
Baca di: Cabaca.id
Blurb:
Percayalah, bisa melihat hantu bukanlah sesuatu yang keren. Buktinya, Park Soo Yeon selalu kerepotan. Dia bahkan sampai dicap manusia aneh oleh teman-temannya. Soo Yeon yang tidak tahan akhirnya pindah sekolah, berharap kehidupannya berubah menjadi normal layaknya gadis berumur tujuh belas tahun lainnya. Sampai dia berakting masa bodoh dan pura-pura tidak bisa melihat hantu ketika mereka berada di dekatnya.
Siapa sangka, gadis itu malah bertemu dengan hantu yang unik dan hantu itu hilang ingatan. Dengan bantuan teman-temannya, Soo Yeon berusaha menyatukan kepingan-kepingan puzzle tentang hantu itu. Namun ternyata melakukannya tidak semudah yang dia bayangkan.
Mampukah Soo Yeon mengumpulkan semua puzzle yang berserakan?
_______________
Dilihat dari kovernya, kupikir Anything Else tuh novel horor. Tapi ternyata aku salah wkwk. Novel ini lebih ke misteri/thriller gitu sih. Dan buat ukuran cerita misteri/thriller, aku cukup suka sama idenya. Udah lama banget kayaknya aku nggak baca novel misteri/thriller yang temanya di lingkungan sekolah gitu, dan pas baca Anything Else, aku jadi agak ngerasa sedikit terobati dan punya gambaran lagi kalau mau baca cerita misteri/thriller yang latarnya di kebanyakan di sekolah. Selain itu, ini kali pertama aku baca tulisannya Kak Hanabi, dan aku cukup suka sama cara penyampaiannya karena ngalir dan cukup asyik.
Oh ya, awalnya aku sempet ngira kalau novel ini juga berupa fanfiction gitu, tapi kayaknya bukan ya? Cuma pake nama orang Korea. Dan sejujurnya, aku masih ngerasa asing kalau baca cerita yang pake latar Korea ama Cina gitu, soalnya masih belum bisa ngehafal nama-nama mereka. Kadang suka ketuker juga wkwk. Seperti pas baca Anything Else ini, aku baru "bener-bener" bisa ngehafal nama tokohnya pas udah sekitaran di bab 10. Tentu aja ini bukan kesalahan penulisnya, ini kesalahannya ada di aku yang lola ngahafalin wkwk.
Balik ke reviu. Ide cerita novel ini menurutku udah dieksekusi dengan cukup baik. Makin baca ceritanya, aku makin paham sama hal yang diceritakan oleh penulis. Untuk kepribadian para tokoh/karakternya juga udah sesuai sama kebutuhan cerita. Meski pada awalnya, sebagai tokoh protagonis, aku ngerasain dua hal pas baca cerita tentang Soo Yeon ini. Pertama, aku kurang suka sama sikapnya. Kedua, meski kurang suka, tapi aku mewajari sikapnya yang begitu. Bingung ya? Sama wkwk. Apa ya? Intinya setelah selesai baca, aku jadi cukup paham kenapa karakter Soo Yeon dibuat begini. Dan aku cukup suka juga sama cara penulis menyampaikan katakter Soo Yeon.
Sementara untuk plotnya, menurutku jalinan plotnya udah cukup rapi dan ditulis dengan baik. Hanya saja, aku paling suka sama bagian pas tempo dan tensi plotnya tuh menaik, tepatnya pas segala sesuatu di cerita ini hampir menemukan titik terang, meski masih samar-samar. Novel ini juga cukup page turning, sehingga aku merasa dibuat penasaran tiap babnya.
Untuk konflik, ada hal-hal yang bisa kutebak bakal hadir di novel ini. Tapi ternyata ada hal lain juga di luar perkiraanku. Dan konflik-konflik yang ada di novel ini dirangkai dengan baik juga, meski bagiku ada satu konflik yang bisa lebih diperkuat lagi agar ceritanya jadi makin kokoh.
Cuma, ada satu hal yang cukup kusayangkan dari novel ini. Apa? Klimaks dan penyelesaiannya. Pas mengikuti kisah para tokohnya sampai ke tengah, kupikir penyelesaiannya bakal berupa sesuatu yang melibatkan penyelidikan lebih dalam gitu. Tapi ternyata hal lain di luar dugaanku, dan hal itu bikin aku kurang suka karena cara penyampaiannya. Mungkin ini masalah selera aja kali ya, tapi aku emang kurang suka karena bikin ceritanyanjadi terkesan "gitu aja". Kenapa? Soalnya kayak tiba-tiba "diselesaikan" gitu. Jadi, aku menyayangkan bagian tersebut. Padahal juga tensi dan tempo yang dibangun saat mau mencapai klimaks tuh menurutku udah bagus.
Tapi, secara keseluruhan, aku cukup suka sama Anything Else. Aku menikmati cerita ini selama baca pas di KRL, jadi ngilangin kegabutanku wkwk. Aku juga merekomendasikan cerita ini untuk kalian baca.

0 Comments