Judul: The Ghost in Our Heads

Penulis: Kamal Agusta

Jumlah bab: 21

Baca di: Cabaca.id




Blurb:

Sejak menemukan ibunya gantung diri, hidup Shaki tak pernah lagi sama. Ada ‘hantu’ yang menetap di kepalanya, dan menerornya tanpa henti. Tidak hanya itu, Shaki juga menarik diri dari pergaulan hingga dicap sebagai cewek anti-sosial.

Suatu hari Bu Vira, wali kelasnya, membentuk sebuah kelompok belajar. Nahasnya, Shaki harus satu kelompok dengan Milo, cowok sinis yang selalu memasang wajah cemberut, dan Princessa, cewek cantik yang dianggap sebagai Tuan Putri. Bagi Shaki kelompok belajar ini adalah bencana.

Namun, saat Shaki mengetahui di kepala kedua teman kelompok belajarnya juga ada ‘hantu’ yang membuat hidup mereka tidak ideal, akankah mereka saling membahu untuk terbebas dari kemalangan masing-masing?

_______________

"Hidup ini nggak akan pernah lepas dari omongan dan penilaian orang lain, Shaki. Di mana dan bagaimanapun hidup kita, akan selalu ada orang lain yang nyinyir terhadap kita. Menyebalkan memang, tapi kalau kita selalu terpaku pada kenyinyiran itu, kita nggak akan pernah bisa bahagia."


Ini kali pertama aku baca tulisannya Kak Kamal, dan aku suka sama cara penyampaiannya. Ngalir gitu dan tahu-tahu udah ganti bab aja. Deskripsi di novel ini juga jelas, Kak Kamal gambarin soal kegiatan sekolah para tokohnya kayak mereka yang olahraga, kegiatan belajar di kelas, dll. Menurutku, itu bagus, apalagi kegiatan-kegiatan tadi tuh emang punya peran di cerita, terutama soal kelompok belajar yang dibuat sama guru Bahasa Indonesia mereka

Aku juga suka sama ide dan tokoh-tokohnya. Ya, aku selalu suka sama novel yang idenya begini. Tentang keluarga dan kesehatan mental. Bagiku, bikin novel dengan tema begitu tuh susah. Kalau kita nyampeinnya asal-asalan, bakal repot juga. Soalnya kan tanggung jawabnya jadi besar. Jadi, mesti hati-hati. Dan kuakui Kak Kamal berhasil menyampaikan novel ini dengan baik. Aku jadi paham banget apa yang mau Kak Kamal sampein di novel ini. Ada banyak, tapi aku nggak bisa sebutin satu-satu, jadi kalian baca sendiri aja ya wkwk.

Tapi, ada satu hal yang mau kusampein. Apa? Tentang pertemanan. Kalau kita punya teman yang baik atau tinggal di lingkungan positif, pasti kita juga bakal kebawa jadi positif. Ada teman yang selalu ngingetin dan nyemangati kita. Makanya penting banget ya pilih-pilih teman biar nggak salah pergaulan. Soalnya kalau udah salah tuh pasti bakal repot. So, lebih baik mencegah daripada mengobati hehe.

Untuk yang lainnya kayak konflik, aku suka juga. Konflik utama novel ini sebenernya berat, tapi Kak Kamal ngemasnya dengan cara yang lebih ringan sehingga mudah dicerna. Tapi, saranku, kalau kamu mau baca novel ini, baca pelan-pelan aja biar nikmatin tiap kalimat yang ditulis. Biar kamu juga bisa ngerasain apa aja yang tokohnya alami.

Ngomong-ngomong tentang tokoh, aku suka sama Shaki, Milo, dan Cessa. Ya, tiga tokoh utama di novel ini. Mereka punya "hantu" di kepala masing-masing, tapi mereka sosok yang kuat dan bisa jadi motivasi juga buat para pembaca yang lain. Seperti yang kubilang sebelumnya, pertemanan mereka tuh kelihatan kuat meski pada awalnya mereka saling sinis, cuek, atau apalah itu.

Aku juga suka sama tindakan mereka, contohnya kayak di bab-bab pertengahan sampai akhir. Oh ya, sama penyelesaiannya. Penyelesaian mereka tuh menurutku penting banget dan kayaknya bisa jadi hal yang "wajib" ada buat novel dengan tema begini. Kenapa? Kalian bisa baca sendiri ya karena aku nggak mau ngasih tahu wkwk.

Cuma, menurutku plotnya masih kurang mulus. Bisa dikembangkan lagi di beberapa bagian karena ada hal-hal yang kelihatan terlalu buru-buru sehingga perpindahannya bikin bertanya-tanya. Tapi nggak fatal sih karena sebagai pembaca, aku masih bisa menikmati dan paham sama isi ceritanya. Cuma, itu tadi, aku jadi bertanya-tanya, kenapa harus begini, kenapa harus begitu?

Selain itu, aku menemukan beberapa kebetulan yang menurutku akan lebih baik kalau dibuat alasannya dengan lebih kuat dan kasih petunjuk di bagian sebelumnya. Apa ya? Biar nggak tiba-tiba "hadir" gitu. Soalnya kalau tiba-tiba hadir tuh kesannya nggak enak karena pembaca langsung disuguhi info. Soalnya yang kumaksud ini tuh termasuk penting, jadi pas kubaca tuh aku agak kaget sama kebetulan-kebetulan itu.

Tapi, secara keseluruhan aku suka sama novel ini. Kalau kamu mau nulis novel dengan tema semacam ini juga, kamu bisa banget baca novel ini. Tapi, buat baca, usahakan pas waktumu lagi luang atau pas santai gitu. Soalnya biar kamu bisa fokus bacanya hehe.


#yandiasd #dutabacacabacajakarta #cabaca #platformmenulis #platformmembaca #reviewbuku #reviewnovel #sukabaca #bukuseru #novelseru #rekomendasibuku #rekomendasinovel