Judul: Winter Tea Time

Penulis: Prisca Primasari

Jumlah bab: 27

Baca di Cabaca


Winter Tea Time karya Prisca Primasari bercerita tentang Celia yang mengadakan pesta ulang tahun di rumahnya. Saat teman-teman kampusnya tidak ada yang datang, Celia merasa pesta ulang tahun tersebut menjadi hari ulang tahun paling buruk dalam hidupnya. Dan "keesokan harinya", ternyata Celia bangun kembali pada hari ulang tahunnya. Dia kembali melihat ibunya memasak banyak kue, melihat ayahnya membaca koran, melihat tetangga jailnya yang berpakaian norak, dan kembali kecewa dengan teman-temannya, dsb. Begitu terus sampai puluhan kali, sampai dia merasa hampir putus asa karena terjebak pada hari yang sama. Penasaran dengan lanjutannya? Kalian bisa baca langsung novel ini di Cabaca.

_______________

"Dia tidak akan pernah mengadakan pesta lagi."—bab 1

Baca Winter Tea Time tuh ngingetin aku pas baca Purple Eyes, yang juga ditulis sama Kak Prisca. Nuansa ceritanya kelihatan indah, hangat, tapi bikin sedih juga. Kalau ngomongin soal cara penyampaian mah kayaknya nggak perlu ya, soalnya tulisan Kak Prisca udah mengalir banget. Dan, untuk novel ini, aku suka banget sama premisnya. Tentang time loop. Dan bagiku, premis ini tuh termasuk tipe premis yang susah banget buat dieksekusi. Dan bagiku (lagi), Kak Prisca bisa mengeksekusi premis ini dengan amat baik. Kalau aku yang eksekusi, kayaknya aku bakal kesulitan banget deh wkwk.

Aku suka pemilihan latarnya juga, di Inggris tahun 90-an. Jadi dapet ilmu soal hal-hal yang ada di tahun segitu. Dan menurutku latarnya ini jadi makin nambahin "keindahan" ceritanya. Nggak tahu kenapa, aku kayaknya bakal susah ngebayangin ceritanya kalau pake latar lokal.

Untuk karakter, aku suka sama Celia. Sama Hayden juga ding. Perkembangan karakter mereka kerasa banget, terutama Celia. Aku nggak bisa ngebayangin kalau harus jadi Celia, yang ngulang waktu terus-terusan. Kalau aku jadi Celia, mungkin aku udah stres duluan wkwk. Tapi di sisi lain, aku jadi penasaran sama Mr. Lyndon. Jadi pengen tahu lebih dalam soal keistimewaan dia.

Untuk plot dan konfliknya mengalir aja gitu. Asyik diikutin. Dan pas baca setiap babnya, aku jadi penasaran, kira-kira "hari berikutnya" yang dialami Celia tuh kayak gimana. Dan dari Celia juga kita belajar banyak hal. Hal sederhana yang biasanya kita anggap "angin lalu" kadang-kadang bisa jadi hal penting di masa depan. Jadi tetep mesti hati-hati kalau mau ngelakuin sesuatu.

Secara keseluruhan, aku suka Winter Tea Time. Jadi pengen baca novel Kak Prisca lagi. Aku ngerekomen novel ini buat kalian baca pokoke!


4/5⭐


#reviewbuku #reviewnovel #sukabaca #novelseru #rekomendasinovel #wajibdibaca #ayobaca #novel #buku #yandiasd