Judul: The Privileged Ones
Penulis: Mutiarini
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 248
ISBN: 9786020659855
The Privileged Ones karya Mutiarini bercerita tentang Rara, mahasiswi tingkat akhir di Universitas Pandawa. Pada mata kuliah Publisitas, dia mendapat tugas untuk membuat kanal YouTube yang berkualitas. Kelompok dengan tugas terbaik pun akan mendapat hadiah yang sangat menggiurkan. Rara juga sadar bahwa dia dan anggota kelompoknya harus berusaha keras agar bisa menang. Namun, perlahan-lahan Rara merasa terancam dan iri dengan kelompok lain, terutama kelompok Diva yang beranggotakan orang-orang kaya dan punya banyak relasi. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Kalian bisa langsung baca novel ini atau cari tahu di Goodreads.
_______________
"Siapa pun kita, hidup tak akan pernah mudah. Namun, semesta selalu membuka celah bagi mereka yang menolak menyerah."—247
Ini kali kedua aku baca novelnya Kak Mutiarini. Dan, aku masih suka sama gaya menulisnya yang asyik dan mengalir. Sama seperti novel sebelumnya, aku juga suka sama cara Kak Mutiarini mengaplikasikan hasil risetnya ke dalam tulisan ini. Kerasa pas banget pokoknya, nggak berlebihan dan nggak kekurangan. Dan aku jadi ikutan belajar cara penyampaiannya ini buat naskahku.
Novel ini juga angkat tema yang akhir-akhir ini marak dibicarain. Aku sering nemu di Twitter sama TikTok, dan pas baca langsung di novel ini, rasanya aku jadi kayak ikutan masuk ke ceritanya. Apalagi pas sesi syuting kanal YouTube-nya Rara. Tema apa sih emangnya? Tentang privilese atau hak istimewa. Tapi, novel ini nggak cuma bahas soal privilese. Ada banyak banget yang dibahas, contohnya insecure, hubungan rumah tangga, persahabatan, dsb yang kayaknya udah sering kita temui di mana pun. Tapi, yang kusuka banget, Kak Mutiarini nggak membuat tema atau topik bahasannya itu jadi ruwet. Semuanya terasa nyambung dan nyatu gitu aja.
Yang kusuka lagi, perkembangan karakter protagonisnya kerasa. Aku suka sama beberapa tindakan Rara, meski ada beberapa tindakannya yang bikin kesel. Tapi, aku paham kenapa Rara begitu. Untuk plot dan konfliknya bukan tipe yang dar-der-dor, tapi tetep terkonsep dengan rapi dan nyaman banget dibaca. Untuk momen paling kusuka, tentu aja pas Giri lagi wawancara narasumber buat konten YouTube kelompok Rara. Pas baca bagian wawancara ini rasanya kayak ikut dengerin narasumbernya.
Dari novel ini, aku jadi makin tahu bahwa setiap orang punya caranya masing-masing buat nutupin kekurangan diri mereka. Setiap orang juga pasti pengin berusaha untuk jadi yang terbaik. Dan mungkin aja orang yang kita anggap perfect tuh ternyata menyimpan luka yang nggak pernah kita tahu. Begitu juga dengan orang yang kita anggap selalu kekurangan, mungkin aja dia menyimpan kekuatan yang besar.
Selain jadi teman hiburan pas lagi santai, novel ini bisa jadi bacaan yang mencerahkan banget. Aku suka banget dan aku ngerekomen novel ini buat kalian baca. Aku juga jadi pengin baca tulisan Kak Mutiarini yang lain. Kutunggu karya berikutnya, Kak~
4,5/5⭐
#reviewbuku #reviewnovel #sukabaca #novelseru #rekomendasinovel #wajibdibaca #ayobaca #novel #buku #yandiasd

0 Comments