Judul: Nagra & Aru
Penulis: Inggrid Sonya & Jenny Thalia
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 360
ISBN: 9786020620961
Nagra & Aru karya Inggrid Sonya dan Jenny Thalia bercerita tentang Aru yang sudah naksir Nagra sejak MOS SMA. Aru sudah melayangkan banyak gombalan dan banyolannya agar Nagra tertarik, tetapi cowok itu tetap cuek bahkan nggak peduli dengan Aru. Aru nggak putus asa, dia masih berjuang keras. Namun saat seseorang dari masa lalu Nagra datang, Aru merasa usahanya akan berakhir sia-sia. Penasaran sama lanjutan novel ini? Kalau iya, kalian bisa baca langsung atau cari tahu sendiri di Goodreads.
_______________
"Buat lo iya, tapi buat gue nggak. Nagra itu makhluk paling keren yang gue lihat di Grafika."—halaman 14
Pertama, aku suka sama cara penyampaiannya yang asyik dan mengalir, jadi tau-tau udah ganti bab aja. Apalagi novel ini pake POV 1 dari sudut pandang Nagra sama Aru, jadi tambah bikin seru. Plus, novel ini juga nggak kerasa kayak ditulis sama dua orang. Soalnya gaya bahasanya senada, meski karakter Nagra sama Aru kelihatan beda. Salut sih sama dua penulisnya. Susah banget lho nyamain gaya bahasa gitu.
Kedua, seperti novel teenlit pada umumnya, unsur remaja di novel ini lumayan kental. Aku suka sama interaksi para tokohnya pas di sekolah. Tektoknya kelihatan lincah dan aku jadi belajar dari novel ini. Cuma, kalau kalian mikirnya novel ini tuh tentang kejar-kejaran cinta dan kehidupan masa sekolah, kalian salah. Kenapa? Soalnya ada hal lain yang disajikan sama para penulisnya, yakni tentang kenakalan remaja. Ada topik tentang narkoba. Pas di bagian awal, aku agak kaget sih sama topik ini karena kupikir ceritanya bakal ringan ala-ala sekolahan gitu, tapi ternyata enggak. Makin ke tengah pembahasan seputar kenakalan remajanya jadi makin kental, dan aku sukaaa.
Cuma... aku ngerasa nyaman ngikutin ceritanya sampe halaman 200 aja, 160 halaman lagi kerasa kurang nyaman pas kubaca. Mungkin ini soal selera kali ya, soalnya aku merasa 160 hlm ke belakang ini kayak kendor temponya. Selain itu, mungkin aja rencana para penulisnya bikin konsep kayak "begitu". Di awal dijelasin A, terus pas udah di tengah beralih ke B. Cuma, pas peralihan ke B-nya ini aku merasa nggak semenarik yang A. Mungkin karena aku udah terlalu suka sama salah satu tokohnya kali ya, sehingga pas porsi tokoh yang kumaksud ini jadi "kalah" sama tokoh lainnya, aku ngerasa begini.
Sebut nama tokohnya aja kali yak wkwk. Aku suka Aru, dan pas di bagian tengah ke belakang karakter Aru jadi nggak gitu dominan karena ada Nagra yang lebih dominan, aku ngerasa kurang tertarik. Atau mungkin juga karena faktor aku yang udah suka banget sama topik kenakalan remaja ini. Aku paham sih, kalau si Nagra yang "nakal"-nya, novel ini jadi punya target pembaca yang beda. Bahkan amanatnya juga bisa beda. Kalo dibuat gitu, jadi ngubah premis—dan kalo jadi editornya, aku nggak boleh nyaranin begini karena ceritanya bakal berubah wkwk.
Tapi buat kalian yang butuh hiburan, novel ini cocok banget sih. Banyak guyonnya dan cukup bikin ngakak di beberapa bagian wkwk. Yang jelas, aku suka novel ini, tapi nggak yang suka banget.
3,25/5⭐
#reviewbuku #reviewnovel #sukabaca #novelseru #rekomendasinovel #wajibdibaca #ayobaca #novel #buku #yandiasd

0 Comments