Judul: Home Sweet Loan

Penulis: Almira Bastari

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Jumlah halaman: 312

ISBN: 9786020658049



Home Sweet Loan karya Almira Bastari bercerita tentang empat orang teman yang terdiri dari Kaluna, Tanisha, Miya, dan Danan. Mereka punya keinginan besar untuk mencari rumah idaman di sekitar Jakarta dan, yang paling penting, sesuai bujet. Namun, perjuangan mereka untuk mencari sebuah rumah tentu tidak mudah. Ada saja masalahnya, mulai dari rumah tsb jauh dari MRT bahkan sampai si penjualnya melakukan hal tertentu. Penasaran sama isi ceritanya? Kalian bisa langsung baca novel ini atau cari tahu dulu di Goodreads.

_______________

"Makanya, Dirpa lebih suka beli rumah tapak. Terus gue balikin, 'Beli rumah tapak yang sesuai sama bujet dan keinginan gimana?' Udah kayak lingkaran setan aja."—halaman 28

Novel ini cukup sering berseliweran di Instagram dan Goodreads-ku. Bahkan pas mau beli novel ini, aku nggak baca blurb-nya samsek tapi udah yakin pengin beli. Dan, pas baca, keputusanku buat beli novel ini nggak salah. Kenapa? Karena aku terhibur sama isinya. Cara penyampaian Almira Bastari juga asyik dan mengalir. Jadi enak banget diikutinnya.

Aku juga suka sama karakter Kaluna, Tanisha, Miya, sama Danan. Tone mereka bisa dibedain banget. Dan aku suka kegokilan mereka kalau lagi kumpul bareng. Jokes yang diselipin juga bikin novel ini jadi makin asyik.

Yang paling kusuka tuh pemilihan tema dan konfliknya. Menurutku, Almira Bastari termasuk penulis yang cerdas karena pinter banget milih tema yang seru buat dijadiin novel metropop. Kalo aku nulis metropop, kayaknya aku nggak bakal kepikiran pake tema ini deh. Riset soal rumah dan tetek bengeknya juga oke banget. Info-info yang disampein bikin aku paham sama permasalahan hidup para tokohnya—dan mungkin juga permasalahan orang lain di dunyat.

Balik ke karakter. Aku suka sama karakter Kaluna, si protagonis di novel ini. Soalnya dia punya latar belakang yang kuat, apalagi bagian mengenai keluarganya yang bikin kesel tapi bikin bersimpati juga. Cuma, menurutku, karakter Kaluna kelihatan tenggelam kalau dia lagi ngobrol sama tiga temannya. Mungkin karena sifat Kaluna kali ya, jadinya dia kelihatan begitu.

Dan, sebagai pembaca, aku jadi kepengen kalo novel ini dibuat pake sudut pandang salah satu teman Kaluna juga. Soalnya aku penasaran sama dia, terutama proses dia pas ada di bagian akhir cerita. Tapi yang ada di versi novel ini pun udah cukup kok, nggak harus ada sudut pandang tambahan.

Secara keseluruhan, aku suka sama Home Sweet Loan. Aku ngerekomen novel ini ke kalian, terutama buat para pencinta novel metropop~


3,8/5⭐


#reviewbuku #reviewnovel #sukabaca #novelseru #rekomendasinovel #wajibdibaca #ayobaca #novel #buku #yandiasd