Judul : Buku Panduan Matematika Terapan
Penulis : Triskaidekaman
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Terbitan : Cetakan Ketiga, Mei 2019
Tebal Buku : 359 Halaman
ISBN : 978-602-03-8302-6

“Sejak pertama kali kamu mengenal matematika, jelas ia berbeda dengan subjek lain. Ia butuh ketepatan. Bukan hipotesis belaka, bukan dugaan belaka. Ia butuh jalan yang pasti, bukan cuma perkara ada beberapa rute alternatif. Ia butuh intuisi sekaligus teknik. Salah satunya saja takkan cukup. Sewaktu persoalan lain bisa dijelaskan dengan berbagai cara, ia tidak. Cuma ada dua cara menjelaskan matematika. Satu, dengan perhitungan sampai dapat. Dua, dengan mencoba-coba. Tidak ada pilihan ketiga.”


BLURB:
Pertanyaan P-NP (sesuatu yang bisa diperhitungkan-sesuatu yang tidak bisa diperhitungkan) muncul setelah Prima didatangi oleh hantu yang mengajarinya cara berhitung dan berbagai teori matematika di dalam mimpi. Teka-teki itu semakin mengusiknya ketika ia bertemu dengan Tarsa—si cerdas yang juga memiliki pertanyaan sama tentang P-NP. Namun, meski telah mencurahkan seluruh hidupnya, Prima tak juga mampu menemukan kapan ia akan dimatikan?

Buku Panduan Matematika Terapan bercerita tentang Mantisa yang selalu banyak bertanya sampai orang-orang di sekelilingnya, terutama Tari, merasa sangat kesal. Lalu Prima dan Tarsa, yang dijelaskan sangat cerdas dan mempunyai pertanyaan yang sama tentang P-NP.

Saya belum pernah menemukan novel seperti ini, dan ini adalah pertama kalinya saya tahu ada novel dengan gebrakan baru yang sungguh unik dan cara penyampaiannya tidak jauh beda dengan nonfiksi. Dari judul yang dipakai pun saya tahu kalau novel ini “tidak biasa”. Ada sesuatu lebih yang ingin disampaikan pengarang lewat matematika dan filsafat yang dikemas ke dalam bentuk fiksi. Cara unik inilah yang membuat saya bertanya-tanya sampai akhir kisah: dari mana pengarang mendapat ide seperti ini? Karena menurut saya, membuat hal seperti Buku Panduan Matematika Terapan itu sangat sulit. Kita diajak untuk menyelami fiksi maupun nonfiksi secara bersamaan.


Pergerakan-pergerakan tokohnya menurut saya lumayan kuat. Apalagi alur cerita yang dibuat acak, menambah daya tarik novel ini. Sayangnya, butuh pemahaman lebih untuk dapat mengerti novel ini. Terlalu banyak kosakata baru dan gaya bahasa yang sulit dipahami sehingga penceritaannya lumayan mengabur. Mungkin, untuk orang-orang seperti saya, harusa membaca berulang-ulang agar paham bagaimana kejelasan cerita ini. Saya sendiri baru memahami maksud pengarang saat sudah masuk ke halaman 250-an. Pada halaman-halaman 200-an ke bawah saya masih mencoba menerka alur dan kejelasan cerita. Tapi, beruntung ada rangkuman khusus yang menjlaskan sedikit soal “cerita”-nya, meski saya belum memahaminya begitu jelas.

Overall, dari gaya penceritaan yang unik dan ide luar biasa dari novel ini, saya merekomendasikan Buku Panduan Matematika Terapan untuk kalian baca. Apalagi kalau kalian sangat menyukai matematika, novel ini cocok sekali karena bisa dijadikan bahan pembelajaran sekaligus hiburan. Tapi, saya sarankan membacanya pas pikiran kalian sedang tidak keruh, karena novel ini menyuguhkan sesuatu yang sangat liar.

Rate: 3 dari 5