Judul : Dalam Rindu Aku Menziarahi Kekasih yang Tak Berpusara
Penulis : Aksa Ahmad
Penerbit : CV. AT press
Terbitan : Cetakan Pertama, Desember 2019
Tebal Buku : 155 Halaman
“Aku tahu sepeninggalmu aku sudah tak seberapa kuat. Aku kerap goyah. Aku kian berada di titik putus asa. Tapi, dengan kau yang terus mengingatkanku, meski terseok-seok, aku merasa bisa menyeret langkahku lebih jauh lagi.”
Dalam Rindu Aku Menziarahi Kekasih yang Tak Berpusara (atau ke depannya akan saya singkat menjadi “Ziarah”), menceritakan sosok Elegi yang ditinggal pergi oleh kekasihnya, Cantika. Sepeninggal Cantika, kehidupan Elegi diisi dengan berbagai kerinduan dan khayalannya bersama Cantika. Elegi pun harus mengalami perjalanan panjang sampai dia bertemu pria bernama Ram.
Di novel ini, pembaca diajak untuk mendalami kisah Elegi dan Cantika yang menurut saya terbilang romantis sekaligus tragis. Setiap babnya pun selalu diisi dengan kerinduan Elegi akan sosok Cantika. Banyak sekali kalimat-kalimat yang memorable dan enak dibaca.
“Tolong, Honey, di sekali waktu hadirlah dengan lebih nyata. Sapalah aku dengan suaraamu yang manja. Sekali lagi berilah aku senyummu yang bergingsul itu. Karena semakin lama, dadaku melemah oleh setiap angan dan kenangan perihalmu.”—halaman 73
Penulis juga banyak memasukkan hal-hal sederhana yang dapat “menyentil” pembaca, termasuk saya. Dan menurut saya, hal-hal itulah yang menjadi kekuatan utama dalam novel Ziarah.
“Ya, maksudku, sejak bertemu dan dibawa ke mana-mana oleh Ram aku jadi sadar bahwa tidak semua manusia itu berkebiasaan jelek. Walau Ram tampak tidak normal, tapi ia sangat peduli terhadap lingkungan dan sampah.”—halaman 95
Ending yang ada di novel ini pun menurut saya cukup berkesan, meski ada bagian yang sepertinya dipaksakan, karena saya masih belum menemukan esensi yang disampaikan penulis. Untuk ukuran novel dark romance, Ziarah punya keunikan yang sangat khas meski sederhana. Tapi, karena saya kurang suka dengan hal-hal romance, jadi menurut saya sisi romance yang ada di novel ini cukup lewah. Meski saya paham kalau kelewahan itu dibuat demi menjaga kualitas cerita. (Iya, ini sesuai selera)
Overall, novel Ziarah cocok dibaca oleh kamu yang memang hobi baca kisah romantis, terutama dark romance, dan pengin sesuatu yang beda. Intinya, kamu nggak akan menemukan kisah romance “sejenis” ini di novel mana pun selain di Ziarah.


0 Comments